Sabtu, 28 Juli 2012

Cinta Universal

Begitu Agungnya Cinta, ia tak tersekat oleh perbedaan yang prinsipil sekalipun, karena cinta adalah wadah bagi semesta, tak ada yang mampu menyatukan perbedaan kecuali cinta.

Cinta jugalah yang membuat junjungan Mulia Sayidina Muhammad mampu menaklukan dunia, karena ia diutus oleh yang Maha Memiliki Cinta, tugasnya menjadi mercusuar cinta semesta.

Cahaya cintanya menembus batas ruang dan waktu, tak peduli ia Yahudi, Majusi, Nasrani atau budak sekalipun, semua akan merasakan sentuhan kasih sayangnya. Kebahagiaan bagi Maulana Muhammad SAW adalah ketika ia berhasil menukar jadwal kematiannya dengan jaminan keselamatan untuk ummatnya, ia tak peduli nafas yang akan keluar dari raga, ia tak hirau rasa sakit yang mendera, ia juga tak hirau akan harta dan keluarga, yang ada dalam hatinya hanya kecintaan yang teramat sangat kepada ummatnya. meski iapun tahu sebelum kita mencari tahu dengan kajian ilmiah di universitas ataupun diskusi di pojok-pojok kampus atau warung kopi - bahwa sebagian ummatnya tak memiliki kecintaan yang luar biasa padanya - tetapi cinta tak mengharapkan itu, yang diketahui oleh cinta hanyalah memberi dan membagi, bukan meminta apalagi mengharap.

Ya Rosulallah.....
Ya Habiballah...
Ya Sayidal Mursalin...
Ya Khotaman Nabiyyin...
Salam Alaika.........

Maafkan kami...
izinkan kami ya Allah bersimpuh dihadapan kekasih-Mu...
izinkan kami mereguk cinta-Mu ya Allah yang mewujud pada kekasih-Mu...
izinkan kami untuk mengucup tangan agung yang begitu mulia...
bukan untuk menduakan-Mu ya Robb...
karena kami sadar kalau bukan karena kekasih-Mu bagaimana kami akan bisa sampai kepada-Mu...

Allahummas Sholi 'ala sayyidinaa Muhammadin wa 'ala alihi wa sohbihi wassalam.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar